Kemandirian Nasional Bahan Baku Obat Bahan Alam

Badan POM telah menginisiasi Konvensi Nasional yang bertajuk Kemandirian Nasional dalam Penyediaan Bahan Baku Obat Bahan Alam sebagai Upaya Peningkatan Mutu dan Daya Saing Produk Obat Tradisional pada bulan Agustus 2022. Sebagai salah satu tindak lanjut dari kegiatan tersebut diperlukan pembinaan berkesinambungan kepada pelaku usaha dalam rangka pengembangan obat bahan alam Indonesia. Dukungan Badan POM dalam pembinaan kepada pelaku usaha salah satunya dilakukan dengan pelaksanaan Seminar “Kemandirian Nasional Bahan Baku Obat Bahan Alam melalui Inovasi Teknologi dan Pendekatan Standardisasinya”. 

Tindakan Tegas BPOM dan Bareskrim Polri Terhadap Industri Farmasi Produsen Sirup Obat yang TMS

Kepala BPOM RI, Penny K. Lukito dalam Konferensi Pers di Serang, Banten, Senin (31/10/2022) mengungkapkan, “Hasil pemeriksaan sarana produksi juga ditemukan bukti bahwa Industri Farmasi mengubah pemasok Bahan Baku Obat (BBO) dan menggunakan BBO yang Tidak Memenuhi Syarat (TMS) dengan cemaran EG pada bahan baku melebihi ambang batas aman yaitu tidak lebih dari 0,1%. Industri farmasi juga tidak melakukan penjaminan mutu BBO Propilen Glikol yang digunakan untuk sirup obat sehingga produk yang dihasilkan TMS. Industi Farmasi juga tidak melakukan proses kualifikasi pemasok/supplier BBO termasuk tidak melakukan pengujian BBO”.

Penjelasan BPOM RI - Informasi keenam

BPOM telah melakukan penelusuran data registrasi terhadap seluruh produk obat bentuk sirup dan drops. Sejumlah 133 (seratus tiga puluh tiga) sirup obat yang tidak menggunakan Propilen Glikol, Polietilen Glikol, Sorbitol, dan/atau Gliserin/Gliserol sehingga aman digunakan sepanjang sesuai aturan pakai telah diumumkan pada 23 Oktober 2022

Penjelasan Kemenkes

Berdasarkan Surat penjelasan Kepala BPOM RI No. HM.01.1.2.10.22.172 pada lampiran 1 (133 daftar nama produk) dan lampiran 2A surat penjelasan Kepala BPOM RI No. HM.01.1.2.10.22.173 (23 daftar nama produk) tanggal 22 Oktober 2022, yang menyatakan bahwa terdapat obat obatan sirup yang tidak menggunakan Propilen Glikol, Polietilen Glikol, Sorbitol dan/atau Gliserin/Gliserol, dan dinyatakan aman sepanjang digunakan sesuai aturan pakai, maka Kementerian Kesehatan mengeluarkan petunjuk bagi para tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan

Penjelasan BPOM RI - Informasi kelima

BPOM telah melakukan penelusuran data registrasi terhadap seluruh produk obat bentuk sirup dan drops. Dari penelusuran tersebut, diperoleh data sejumlah 133 (seratus tiga puluh tiga) sirup obat yang tidak menggunakan propilen glikol, polietilen glikol, sorbitol, dan/atau gliserin/gliserol sehingga aman sepanjang digunakan sesuai aturan pakai

Penjelasan BPOM ke 4

Berdasarkan hasil pengawasan rutin BPOM yang dilakukan secara berkesinambungan, sirup obat yang beredar masih memenuhi persyaratan keamanan, khasiat, dan mutu. Terkait dengan sirup obat, BPOM telah melakukan tindakan regulatori berbasis risiko, berupa penelusuran sirup obat yang terdaftar dan beredar di Indonesia, pelaksanaan sampling, dan pengujian secara bertahap terhadap sirup obat yang diduga mengandung cemaran EG dan DEG

Penjelasan BPOM

BPOM kembali menegaskan bahwa obat sirup untuk anak yang disebutkan dalam informasi dari WHO, terdiri dari Promethazine Oral Solution, Kofexmalin Baby Cough Syrup, Makoff Baby Cough Syrup, dan Magrip N Cold Syrup. Keempat produk tersebut diproduksi oleh Maiden Pharmaceuticals Limited, India. Keempat produk yang ditarik di Gambia tersebut tidak terdaftar dan tidak beredar di Indonesia dan hingga saat ini, produk dari produsen Maiden Pharmaceutical Ltd, India tidak ada yang terdaftar di BPOM

Peraturan BPOM No. 21 tahun 2022

Pada awal Oktober 2022 Badan POM telah mengeluarkan regulasi baru yaitu Peraturan BPOM No. 21 tahun 2022 tentang Tata Cara Pengajuan Notifikasi Kosmetika, peraturan ini merupakan peraturan pengganti dari peraturan sebelumnya yaitu Peraturan BPOM No. 12 tahun 2020 tentang Tata Cara Pengajuan Notifikasi Kosmetika, karena dianggap sudah tidak sesuai dengan dengan ilmu pengetahuan dan kebutuhan hukum di bidang kosmetika.

Sosialisasi PerBPOM No.17 tahun 2022

SOSIALISASI PERATURAN BPOM NOMOR 17 TAHUN 2022 Jakarta- Kegiatan sosialisasi Peraturan Peraturan BPOM Nomor 17 Tahun 2022 Tentang Perubahan Atas Peraturan BPOM No 23 Tahun 2019 Tentang Persyaratan Teknis Bahan Kosmetika telah diselenggarakan oleh Direktorat Standardisasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik secara hybrid, yaitu luring di Hotel Santika Mega City Bekasi dan daring melalui aplikasi zoom meeting (21/09/2022). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada pelaku usaha bidang kosmetika serta petugas BPOM terkait isi/norma ketentuan yang diatur dalam regulasi sehingga tidak mengalami kesulitan saat implementasi/penerapan regulasi. Dimana peraturan ini mengatur terkait Persyaratan teknis bahan kosmetika yang menjadi acuan yang sangat penting dalam menentukan keamanan, kemanfaatan dan mutu kosmetika.

Siaran Pers Penjelasan Publik 2022

SIARAN PERS Penjelasan Publik 2022 Jakarta – BPOM masih temukan peredaran obat tradisional, suplemen kesehatan, dan kosmetika mengandung Bahan Kimia Obat (BKO) serta bahan dilarang yang berbahaya bagi kesehatan. Hal ini terungkap berdasarkan hasil sampling dan pengujian selama periode Oktober 2021 hingga Agustus 2022, sebanyak 41 (empat puluh satu) item obat tradisional mengandung BKO, serta 16 (enam belas) item kosmetika mengandung bahan dilarang/bahan berbahaya ditemukan oleh BPOM.

Konsultasi Publik Parfum Isi Ulang

Konsultasi publik rancangan Peraturan BPOM tentang Parfum Isi Ulang Jakarta- Kegiatan Konsultasi Publik Rancangan Peraturan BPOM tentang Pengawasan Parfum Isi Ulang disambut antusias oleh pelaku usaha parfum isi ulang dan kementerian/lembaga terkait. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Direktorat Standardisasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik di Malang, pada Senin (05/09/2022). Tingginya kebutuhan masyarakat terhadap parfum didukung dengan munculnya beragam inovasi terhadap aroma parfum, baik yang dikhususkan untuk pria, wanita, atau pun untuk keduanya. Fungsi parfum yang beragam membuat penggunaan parfum mengalami pergeseran, dimana parfum tidak lagi menjadi kebutuhan sekunder namun sudah dianggap menjadi kebutuhan dengan nilai prestis yang tinggi.

Sosialisasi PerBPOM No. 19 tahun 2022

Sosialisasi Peraturan BPOM Nomor 19 Tahun 2022 tentang Pedoman Klaim Suplemen Kesehatan Jakarta- Direktorat Standardisasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik telah melaksanakan kegiatan Sosialisasi Peraturan Badan POM Nomor 19 Tahun 2022 tentang Pedoman Klaim Suplemen Kesehatan secara hybrid, luring dari Hotel Avenzel, Bekasi dan secara daring melalui aplikasi zoom meeting, pada Senin (26/09). Pedoman klaim suplemen kesehatan merupakan peraturan yang ditunggu-tunggu oleh pelaku usaha karena akan memberikan kejelasan regulasi, payung hukum, dan panduan yang lebih jelas bagi pelaku usaha dalam hal pengajuan klaim produk suplemen kesehatan dan data dukung yang harus dilengkapi dalam rangka pemenuhan persyaratan registrasi suplemen kesehatan.