Kemandirian Nasional Bahan Baku Obat Bahan Alam Melalui Inovasi Teknologi dan Pendekatan Standardisasinya

Dua tahun lebih negara kita mampu menunjukkan kemampuan dan kecepatan dalam mengendalikan laju penularan COVID-19. Berbagai upaya pemulihan baik kesehatan maupun ekonomi terus dilakukan pemerintah demi Indonesia “Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat”. Kondisi pandemi COVID-19 menjadi peluang yang sangat baik bagi pelaku usaha di bidang obat bahan alam, ini terlihat dengan tingginya demand masyarakat terhadap obat bahan alam. Perkembangan pasar dan permintaan konsumen menuntut adanya inovasi produk obat bahan alam yang dinamis untuk bisa menghadirkan produk yang aman, berkhasiat dan bermutu serta dapat diterima secara baik oleh konsumen.

Penguatan inovasi teknologi produksi obat bahan alam hulu-hilir penting untuk dilakukan, guna mewujudkan berkembangnya industri bahan baku dan industri produk obat bahan alam serta sistem pelayanan kesehatan menggunakan obat bahan alam. Selain itu, dukungan teknologi sangat dibutuhkan untuk mewujudkan kemandirian dan daya saing industri serta mendorong perkembangan industri obat bahan alam dalam negeri dan peningkatan pemanfaatannya oleh masyarakat. Oleh karena itu, pengembangan dan penerapan teknologi produksi bahan baku obat bahan alam (simplisia, ekstrak), teknologi pengujian khasiat dan keamanan serta teknologi formulasi sediaan untuk mendapatkan produk obat bahan alam yang aman, berkhasiat dan bermutu merupakan tantangan positif untuk segera mendapatkan solusi yang tepat. Beberapa pemanfaatan dan inovasi teknologi yang akhir-akhir ini berkembang antara lain: teknologi ekstraksi, iradiasi, nanopartikel dan bioteknologi serta pemanfaatan bahan tambahan tertentu dalam pengembangan dan pembuatan obat bahan alam.

Pemanfaatan teknologi iradiasi dalam produksi obat bahan alam terutama untuk tujuan dekontaminasi mikroba dan pengawetan memperlihatkan perkembangan saat ini. Tingginya nilai cemaran mikroba merupakan salah satu penyebab obat bahan alam yang tidak memenuhi syarat. Oleh karena itu, diperlukan standar atau persyaratan yang dapat menjamin dosis iradiasi yang digunakan pada pengawetan obat bahan alam mampu menekan cemaran mikroba sekaligus mempertahankan mutu, keamanan, dan kadar zat aktif dalam obat bahan alam.

Terkait nanoteknologi, nanopartikel digunakan sebagai sistem penghantaran dan bertujuan untuk meningkatkan bioavailabilitas dan absorpsi bahan aktif melalui peningkatan luas permukaan partikel dan kelarutan. Namun dibalik itu, produk nanoteknologi memiliki isu keamanan terkait kemungkinan efek toksik nanoteknologi pada tingkat organ, sel dan molekuler. Untuk itu diperlukan standardisasi dan persyaratan produk jadi berbasis nanoteknologi yang aman, bermutu dan berkhasiat.

Badan POM berkomitmen untuk mendukung pengembangan obat bahan alam dalam rangka mendorong dan mempercepat pertumbuhan, daya saing serta kemandirian obat bahan alam sekaligus turut menggerakkan rasa bangga dengan produk buatan Indonesia. Sejalan dengan itu, Badan POM telah menginisiasi Konvensi Nasional yang bertajuk Kemandirian Nasional dalam Penyediaan Bahan Baku Obat Bahan Alam sebagai Upaya Peningkatan Mutu dan Daya Saing Produk Obat Tradisional pada bulan Agustus 2022. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan dan peluang kemandirian nasional dalam penyediaan bahan baku obat bahan alam serta menyusun strategi komprehensif untuk menanganinya sesuai tugas dan fungsi seluruh pihak yang terkait. Sebagai salah satu tindak lanjut dari hasil kegiatan tersebut diperlukan pembinaan kepada pelaku usaha dalam rangka pengembangan obat bahan alam.

Dukungan Badan POM dalam pembinaan kepada pelaku usaha salah satunya dilakukan dengan pelaksanaan seminar untuk meningkatkan pengetahuan dan kompetensi yang sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang obat bahan alam, yaitu melalui seminar “Kemandirian Nasional Bahan Baku Obat Bahan Alam melalui Inovasi Teknologi dan Pendekatan Standardisasinya”. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pelaku usaha di bidang obat tradisional dalam menghasilkan bahan baku obat bahan alam yang bermutu, konsisten dan berkelanjutan serta produk obat bahan alam yang aman, berkhasiat, bermutu dan berdaya saing tinggi baik lokal maupun di tingkat global sebagai upaya mewujudkan kemandirian bangsa.

Kegiatan yang direncanakan akan diadakan pada hari Kamis, 3 November 2022 secara hybrid ini bertujuan untuk:

  1. Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pelaku usaha tentang aplikasi dan standardisasi berbasis inovasi teknologi untuk bahan baku dan produk obat bahan alam;

  2. Sharing informasi terkait best practice aplikasi dan standardisasi berbasis inovasi teknologi dalam pengembangan obat bahan alam; dan

  3. Meningkatkan mutu dan ketersediaan yang kontinyu dari bahan baku obat bahan alam dalam negeri untuk menghasilkan produk obat bahan alam Indonesia yang aman, berkhasiat dan  bermutu.