Brainstorming Penyusunan Peraturan di Bidang Obat Bahan Alam, Obat Kuasi, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Tahun 2026

Dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan dinamika perdagangan global yang semakin cepat, kebutuhan akan regulasi yang adaptif di sektor obat bahan alam, obat kuasi, suplemen kesehatan, dan kosmetik menjadi semakin penting. Sektor ini berhubungan langsung dengan kesehatan dan keselamatan konsumen, sehingga setiap langkah kebijakan harus disusun dengan cermat, berbasis bukti, dan mampu menjawab tantangan yang terus berkembang. Untuk itu, Direktorat Standardisasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik memulai tahun 2026 dengan menyelenggarakan kegiatan brainstorming sebagai bagian awal dari proses penyusunan regulasi prioritas. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang dialog bersama bagi pemerintah, pelaku usaha, akademisi, organisasi profesi, dan masyarakat guna menggali masukan serta pandangan strategis terhadap arah pengaturan di tahun mendatang.

Brainstorming dilaksanakan dengan pemahaman bahwa regulasi yang baik tidak hanya memberikan perlindungan bagi masyarakat, tetapi juga harus mampu memfasilitasi inovasi, meningkatkan kualitas produk, serta mendukung daya saing industri nasional. Berbagai isu strategis mulai dari penguatan pengaturan uji praklinik obat bahan alam, tantangan pengawasan iklan di era digital, perluasan kewajiban farmakovigilans, hingga kebutuhan penataan sistem penarikan dan pemusnahan produk yang tidak memenuhi ketentuan menjadi sorotan utama dalam diskusi. Di bidang kosmetik, muncul urgensi untuk menyempurnakan pengaturan Cara Distribusi Kosmetik yang Baik dan menyesuaikan ketentuan industri kosmetik golongan B dengan perkembangan produk dan teknologi terkini. Sementara itu, meningkatnya minat dan peluang ekspor menuntut penguatan tata laksana penerbitan Surat Keterangan Ekspor agar layanan menjadi lebih cepat, terstandar, dan selaras dengan persyaratan negara tujuan.

Seluruh isu ini menjadi bahan pemikiran yang sangat penting dalam menyusun rancangan regulasi prioritas 2026. Melalui pemaparan narasumber dan diskusi interaktif, para peserta memberikan masukan terkait arah perbaikan kebijakan di bidang obat bahan alam, suplemen kesehatan, obat kuasi, dan kosmetik. Rangkaian regulasi yang dibahas meliputi revisi Peraturan CPOTB, peraturan tata laksana persetujuan uji praklinik, revisi pengawasan periklanan, pedoman klaim dan persyaratan mutu suplemen kesehatan, hingga penyusunan pengaturan baru terkait Cara Distribusi Kosmetik yang Baik. Semua rancangan tersebut diharapkan mampu memperkuat kepastian hukum, mendorong efisiensi proses perizinan, serta memastikan aspek keamanan, mutu, dan efektivitas produk tetap menjadi prioritas utama.

Kegiatan yang akan diselenggarakan secara hybrid pada 13 Januari 2026 ini diharapkan akan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari kementerian dan lembaga terkait, unit teknis di BPOM, pelaku usaha, asosiasi profesi, akademisi, hingga organisasi masyarakat. Kehadiran beragam pihak ini mencerminkan pentingnya kolaborasi dalam membangun regulasi yang lebih maju dan berdaya guna. Melalui dialog terbuka, kegiatan ini tidak hanya menghasilkan daftar isu prioritas, tetapi juga memberikan ruang bagi peserta untuk menyampaikan rekomendasi konstruktif yang dapat menjadi dasar perumusan lebih lanjut. Hasil brainstorming akan diolah menjadi bahan penyusunan Keputusan Kepala Badan POM tentang Program Penyusunan Peraturan Perundang-undangan Tahun 2026, menjadikan kegiatan ini sebagai fondasi penting bagi arah kebijakan regulasi di tahun mendatang.

Dengan langkah awal ini, diharapkan penyusunan regulasi di tahun 2026 dapat berjalan lebih terarah, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan publik serta tantangan industri. Brainstorming bukan hanya forum bertukar pikiran, tetapi juga wujud komitmen bersama untuk memastikan bahwa setiap regulasi yang lahir benar-benar memberikan perlindungan bagi masyarakat, mendukung perkembangan industri, dan memperkuat ketahanan kesehatan nasional. Kolaborasi seluruh pihak menjadi kunci keberhasilan upaya ini, dan semangat inilah yang menjadi ruh utama dari kegiatan brainstorming penyusunan regulasi tahun 2026.