Berita Aktual

Berita lainnya →

BPOM Perkuat Literasi Regulasi dan Pemahaman kepada Mahasiswa di Depok dan sekitarnya

BPOM melalui Direktorat Standardisasi OTSKK menyelenggarakan PATRIOTISME di Depok, 26 Agustus 2026, untuk memperkuat literasi regulasi mahasiswa, dosen, dan peneliti. Kegiatan yang berlangsung secara luring dan daring di Jakarta Global University ini membahas regulasi Obat Bahan Alam, Obat Kuasi, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik, mulai dari keamanan, mutu, khasiat/manfaat, penandaan dan klaim, hingga registrasi/notifikasi.

BPOM Serap Aspirasi Pelaku Usaha Terkait Aturan Farmakovigilans Terbaru

BPOM menggelar Konsultasi Publik Rancangan Peraturan BPOM Tahun 2026 tentang Pelaksanaan Farmakovigilans Obat Bahan Alam, Obat Kuasi, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik sebagai upaya memperkuat pengawasan keamanan produk pasca-pemasaran. Deputi Bidang Pengawasan OTSK BPOM, Mohamad Kashuri, menegaskan bahwa regulasi ini bertujuan melindungi masyarakat melalui pendekatan berbasis risiko tanpa membebani pelaku usaha, termasuk UMKM. Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai masukan dari asosiasi industri, layanan kesehatan, dan mitra farmakovigilans terkait pelaporan, masa transisi, penanggung jawab, serta mekanisme implementasi. Menanggapi hal tersebut, BPOM menegaskan bahwa penerapan awal akan mengedepankan pembinaan, penyusunan petunjuk teknis, dan pelatihan bagi industri. BPOM juga masih membuka kesempatan bagi masyarakat dan pelaku usaha untuk menyampaikan masukan tertulis terhadap rancangan regulasi hingga 20 Juli 2026.

BPOM Serap Masukan Pelaku Usaha untuk Perkuat Aturan Penarikan dan Pemusnahan Produk

BPOM telah menyelenggarakan Konsultasi Publik Rancangan Peraturan BPOM tentang Penarikan dan/atau Pemusnahan Obat Bahan Alam, Obat Kuasi, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik pada 2 Juli 2026 secara hybrid. Dalam forum tersebut dipaparkan sejumlah substansi baru, antara lain pengaturan penarikan wajib dan sukarela, perluasan objek penarikan hingga materi iklan, penyampaian informasi penarikan kepada masyarakat, serta penguatan tata kelola pemusnahan produk. Berbagai masukan juga disampaikan terkait mekanisme publikasi penarikan, pemanfaatan teknologi digital dalam penyaksian pemusnahan, penarikan produk pada platform daring, serta pembagian tanggung jawab antara pemilik merek dan industri maklon. Seluruh masukan akan menjadi bahan penyempurnaan rancangan peraturan guna memperkuat perlindungan masyarakat sekaligus memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha.

PerBPOM No. 20 tahun 2026

20

Peraturan BPOM No. 20 tahun 2026 tentang Tata Cara Pengajuan Notifikasi Kosmetik

PerBPOM No. 19 tahun 2026

19

Peraturan BPOM No. 18 tahun 2026 tentang Kriteria dan Tata Laksana Registrasi Suplemen Kesehatan

PerBPOM No. 18 tahun 2026

18

Peraturan BPOM No. 18 tahun 2026 tentang Kriteria dan Tata Laksana Registrasi Obat Bahan Alam

Patriotisme di Mataram

BPOM Hadir di Mataram, Jembatani Riset dan Regulasi melalui PATRIOTISME dan BRIDGE BPOM akan hadir di Mataram melalui rangkaian PATRIOTISME, sosialisasi dan coaching clinic BRIDGE, serta Kuliah Umum Kepala Badan POM pada 8 Oktober 2026 di Universitas Mataram. Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan antara regulator dan akademisi untuk mendorong agar hasil riset tidak berhenti di laboratorium, tetapi memiliki arah pengembangan yang lebih jelas. Melalui PATRIOTISME, peserta akan memperoleh pemahaman regulasi di bidang Obat Bahan Alam, Obat Kuasi, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik. Sementara melalui BRIDGE, peneliti dapat membawa bahan atau hasil penelitiannya untuk dikonsultasikan secara langsung. Kegiatan yang melibatkan dosen, peneliti, dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di NTB ini diharapkan memperkuat sinergi antara riset, inovasi, dan regulasi, sehingga semakin banyak hasil penelitian yang berpeluang dikembangkan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat