BPOM Sambangi Mataram, Jembatani Riset dan Regulasi melalui PATRIOTISME dan BRIDGE
Mataram — Sebuah hasil riset yang menjanjikan belum tentu berhenti di laboratorium. Dengan pemahaman regulasi yang tepat, penelitian berpotensi melangkah lebih jauh menjadi inovasi yang dapat dikembangkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Di sinilah kolaborasi antara regulator dan dunia akademik menjadi penting: mempertemukan kekuatan riset dengan pemahaman mengenai jalur regulasi sejak tahap awal pengembangan.
Semangat tersebut dibawa Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) ke Mataram melalui rangkaian Peningkatan Literasi Regulasi di bidang Obat Bahan Alam, Obat Kuasi, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik (PATRIOTISME), sosialisasi dan coaching clinic BRIDGE (Bersinergi dalam Riset Inovatif berDaya saing Global dan Ekspansi Pasar), serta Kuliah Umum Kepala Badan POM. Kegiatan akan berlangsung pada Kamis, 8 Oktober 2026, di Gedung Rektorat Lantai 3, Universitas Mataram, Nusa Tenggara Barat.
Regulasi Bukan Sekadar Tahap Akhir
Salah satu pesan penting yang ingin dibangun melalui PATRIOTISME adalah bahwa regulasi sebaiknya tidak baru dipikirkan ketika sebuah hasil penelitian siap dikembangkan menjadi produk. Pemahaman regulasi sejak proses penelitian dapat membantu peneliti mengenali berbagai persyaratan yang perlu diperhatikan dalam pengembangan Obat Bahan Alam, Obat Kuasi, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik.
Melalui sesi paparan dan diskusi, Direktorat Standardisasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik akan berbagi pemahaman mengenai regulasi pada bidang tersebut. Kegiatan ini diharapkan membuat regulasi terasa lebih dekat dengan dunia penelitian—bukan sebagai hambatan bagi inovasi, melainkan sebagai salah satu aspek yang perlu dipahami agar hasil riset memiliki arah pengembangan yang semakin jelas.
BRIDGE, Ruang Konsultasi bagi Peneliti
Kegiatan di Mataram tidak berhenti pada sosialisasi. BPOM juga menghadirkan BRIDGE, sebuah fitur yang menghubungkan kebutuhan pengembangan hasil riset dengan pemahaman mengenai aspek regulatori.
Melalui sesi coaching clinic, peserta dapat membawa bahan dan/atau hasil penelitian untuk dikonsultasikan melalui fitur BRIDGE. Karena itu, peserta yang mengikuti sesi ini diminta membawa laptop serta bahan penelitian yang ingin didiskusikan. Pendekatan tersebut memberikan kesempatan bagi peneliti untuk tidak hanya mendengar penjelasan, tetapi juga membicarakan secara lebih konkret hasil riset yang sedang dikembangkan.
Sosialisasi BRIDGE akan melibatkan Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik. Kolaborasi antara Direktorat Standardisasi dan Direktorat Registrasi diharapkan memberikan perspektif yang lebih utuh kepada peserta mengenai keterkaitan antara penelitian, regulasi, dan perjalanan pengembangan suatu inovasi.
Mempertemukan BPOM dengan Peneliti dan Generasi Muda
Rangkaian kegiatan melibatkan dosen, peneliti, dan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu. Peserta berasal dari Universitas Mataram, Universitas Muhammadiyah Mataram, Politeknik Medica Farma Husada Mataram, dan Universitas Hamzanwadi, dengan latar belakang antara lain kedokteran dan ilmu kesehatan, farmasi, matematika dan ilmu pengetahuan alam, teknologi pangan dan agroindustri, serta pertanian.
Keterlibatan lintas disiplin tersebut menjadi penting karena inovasi di bidang Obat Bahan Alam, Obat Kuasi, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik dapat lahir dari beragam bidang penelitian. Pertemuan langsung dengan regulator diharapkan membuka ruang diskusi yang lebih dekat sekaligus membantu peneliti dan mahasiswa memahami bagaimana hasil penelitian dapat diarahkan menuju pengembangan lebih lanjut.
Kuliah Umum Kepala BPOM Lengkapi Rangkaian Kegiatan
Rangkaian kegiatan juga akan menghadirkan Kuliah Umum Kepala Badan POM dengan tema “Perkembangan Neuroscience: Memahami Otak, Kognisi, Emosi, Perilaku, dan Implikasinya bagi Kesehatan.” Berdasarkan agenda, sesi PATRIOTISME dan sosialisasi BRIDGE berlangsung pada pagi hari, kemudian dilanjutkan dengan pembukaan, sambutan Rektor Universitas Mataram, dan Kuliah Umum Kepala Badan POM.
Kehadiran Kepala Badan POM dalam lingkungan perguruan tinggi sekaligus memperkuat semangat kolaborasi antara regulator dan akademisi. Pertemuan ini diharapkan membuka ruang yang lebih luas bagi pertukaran pengetahuan serta mempererat hubungan antara pengembangan ilmu pengetahuan, penelitian, dan upaya menghadirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Membawa Riset Selangkah Lebih Dekat ke Masyarakat
Melalui PATRIOTISME dan BRIDGE, BPOM ingin membangun komunikasi yang lebih dekat dengan dunia akademik sekaligus mendorong agar aspek regulasi mulai diperhatikan sejak proses penelitian. Harapannya, potensi hasil riset tidak berhenti sebagai karya ilmiah, tetapi memiliki kesempatan lebih besar untuk dikembangkan lebih lanjut.
Kegiatan di Mataram ini menjadi ruang bertemunya riset, inovasi, dan regulasi. Dengan sinergi yang semakin kuat antara BPOM, perguruan tinggi, dosen, peneliti, dan mahasiswa, diharapkan semakin banyak penelitian yang memiliki arah pengembangan yang jelas dan pada akhirnya dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dari laboratorium menuju inovasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat, langkahnya dimulai dari riset yang kuat, pemahaman regulasi yang baik, dan kolaborasi yang dibangun sejak awal.