Direktorat Standardisasi OTSKK Kembali Gelar Desk Konsultasi Regulasi untuk Pelaku Usaha

Jakarta, 11 Juli 2024 – Direktorat Standardisasi OTSKK BPOM kembali menggelar kegiatan desk konsultasi regulasi untuk para pelaku usaha di bidang obat bahan alam, suplemen kesehatan, dan kosmetik. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Gedung Merah Putih BPOM ini diikuti oleh 115 pelaku usaha dari berbagai perusahaan. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari kegiatan serupa yang telah sukses dilaksanakan pada Kamis, 27 Juni 2024, dan mendapatkan apresiasi tinggi dari para peserta.

BPOM Gelar Sosialisasi Peraturan Baru tentang Penandaan Obat dan Suplemen Kesehatan Secara Hybrid

BPOM Gelar Sosialisasi Peraturan Baru tentang Penandaan Obat dan Suplemen Kesehatan Secara Hybrid di Jakarta Jakarta, (11/07/2024) - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) hari ini menggelar sosialisasi Peraturan BPOM No. 10 Tahun 2024 tentang Penandaan Obat Bahan Alam, Obat Kuasi, dan Suplemen Kesehatan. Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid di Auditorium Gedung Merah Putih BPOM, dengan 50 pelaku usaha hadir secara langsung dan ratusan lainnya mengikuti melalui platform webinar.

Direktorat Standardisasi OTSKK Gelar Desk Konsultasi Regulasi

Jakarta, 27 Juni 2024 – Dalam upaya meningkatkan pemahaman regulasi di bidang obat bahan alam, suplemen kesehatan, dan kosmetik, Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) menyelenggarakan kegiatan Desk Konsultasi Regulasi yang bertempat di kantor pusat Badan POM, Jakarta. Acara ini dihadiri oleh 120 pelaku usaha dari berbagai sektor industri terkait, menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap pemahaman dan kepatuhan regulasi.

Dialog Perkuatan Layanan Regulasi dalam Mendukung Pertumbuhan Iklim Berusaha di Indonesia

Batam, 24 Juni 2024 – Direktorat Standardisasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik dan Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Batam menyelenggarakan kegiatan "Dialog Perkuatan Layanan Regulasi (hulu ke hilir) dalam Mendukung Pertumbuhan Iklim Berusaha Obat Bahan Alam, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik di Indonesia." Acara yang berlangsung pada hari Senin di Kantor BPOM Batam ini bertujuan untuk mensosialisasikan peraturan terbaru BPOM terkait penandaan obat bahan alam, obat kuasi, dan suplemen kesehatan, serta menggali potensi sumber bahan alam di Batam.

PerBPOM No. 10 tahun 2024

Berita Aktual: Peraturan BPOM No. 10 Tahun 2024 Resmi Diundangkan Jakarta, 25 Juni 2024– Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) resmi mengundangkan Peraturan BPOM No. 10 Tahun 2024 tentang Penandaan Obat Bahan Alam, Obat Kuasi, dan Suplemen Kesehatan. Peraturan ini bertujuan untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat dari penggunaan obat bahan alam, obat kuasi, dan suplemen kesehatan yang tidak tepat dan berpotensi membahayakan kesehatan.

FGD Jamu Empiris

JEJAK EMPIRIS OBAT BAHAN ALAM MENUJU PRODUK BERMUTU Peringatan Hari Jamu Nasional ke-16 tanggal 27 Mei 2024, oleh Badan POM dimeriahkan melalui rangkaian kegiatan Pekan Jamu dengan tema “Sehatkan Negeri Bersama Jamu” sebagai wujud implementasi Jamu sebagai warisan budaya tak benda dari UNESCO dan dukungan dalam pengembangan serta pemanfaatan Obat Bahan Alam. Berbagai rangkaian kegiatan menarik telah dilaksanakan sejak hari Senin berupa FGD, talkshow, webinar, hingga business matching berbicara di sisi hilir pengembangan obat bahan alam.

Sosialisasi PerBPOM No. 29 dan No. 30 tahun 2023

Jakarta – Sesuai dengan amanat Undang Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, Badan POM berkewajiban untuk melindungi masyarakat dan memastikan bahwa Obat Bahan Alam memenuhi persyaratan keamanan, khasiat, dan mutu sebelum beredar (pengawasan pre market). Pengawasan pre-market yang dilakukan BPOM meliputi standardisasi, registrasi produk dan sertifikasi.

Sosialisasi PerBPOM No. 16 dan PerBPOM No. 20 tahun 2023

Badan POM sebagai institusi pengawas obat dan makanan berkewajiban untuk melindungi masyarakat dan memastikan bahwa Obat Bahan Alam, Obat Kuasi, dan Suplemen Kesehatan yang beredar memenuhi persyaratan keamanan, khasiat/manfaat dan mutu.

Public warning 2023

Jakarta – BPOM akan terus memerangi obat tradisional mengandung bahan kimia obat (BKO) dan kosmetik mengandung bahan dilarang/berbahaya untuk melindungi masyarakat dan menjaga citra obat tradisional/jamu dan kosmetik di Indonesia. Hal tersebut ditegaskan Plt. Kepala BPOM RI, L. Rizka Andalucia saat memberikan penjelasan pers pada Konferensi Pers Penjelasan Publik Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik yang digelar pada Jumat (08/12/2023).

Konsultasi Publik Regulasi di bidang Obat Tradisional

Badan Pengawas Obat dan Makanan selaku Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pengawasan Obat dan Makanan berkewajiban mengawal Obat dan Makanan, termasuk obat bahan alam memenuhi persyaratan keamanan, khasiat/manfaat dan mutu produk sebelum beredar.

Program Net Zero Carbon

BPOM sebagai lembaga yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pengawasan obat dan makanan, turut mengawal industri obat dan makanan untuk mematuhi peraturan terkait kelestarian lingkungan hidup sesuai prinsip triple bottom line (TBL). Prinsip TBL mengukur dan mengevaluasi kinerja bisnis dalam tiga dimensi utama yang berkelanjutan, yaitu sosial (people), lingkungan (planet), dan ekonomi (profit).

PENJELASAN BPOM Rl NOMOR HM.01.1.2.05.23.75 TANGGAL 12 MEI 2023

Hasil verifikasi periode 21 Maret 2023 sampai 09 Mei 2023, terdapat tambahan sebanyak 176 produk sirop obat yang telah memenuhi ketentuan. Dengan demikian, BPOM menyatakan 941 produk sirop obat dari 86 Industri Farmasi (IF) telah memenuhi ketentuan, dan aman digunakan/dikonsumsi masyarakat sepanjang sesuai aturan pakai. Daftar tambahan produk sirop obat tersebut dapat dilihat pada Lampiran

Sosialisasi Pedoman Mitigasi Risiko OTSK

Badan POM terus melakukan langkah-langkah pengawasan komprehensif dan kordinasi intensif yang melibatkan lintas Kementerian/Lembaga, Akademisi, Industri dan Pelaku Usaha serta Masyarakat sebagai wujud tanggung jawab dan komitmen Badan POM dalam memberikan jaminan keamanan, kemanfaatan dan mutu produk obat dan makanan yang beredar di Indonesia. Sejalan dengan pemenuhan mutu dan langkah kehati-hatian dalam rangka mengantisipasi kemungkinan terulangnya kasus Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal (GGAPA) atau kasus sejenis, Badan POM menginisiasi penyusunan pedoman Mitigasi Risiko Cemaran Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG) dalam Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, Obat Kuasi, dan Kosmetik untuk meminimalkan risiko keberadaan cemaran EG dan DEG pada Obat Tradisional, Obat Kuasi, dan Suplemen Kesehatan.