JAKARTA - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia secara resmi memulai rangkaian kegiatan Pekan Jamu 2026 melalui acara Kick Off yang diselenggarakan pada tanggal 2 Juni 2026. Mengusung tema "Menjamu Masa Depan dengan Jamu", perhelatan ini bertujuan untuk memperkuat semangat pelestarian, pengembangan, serta pemajuan jamu sebagai identitas budaya dan kekuatan ekonomi nasional.
Kepala BPOM RI, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., dalam sambutannya menekankan betapa besarnya potensi alam yang dimiliki Indonesia. "Negeri kita dikaruniai suatu berkah berupa mega biodiversity, di mana dari 40.000 jenis tumbuhan herbal di dunia, lebih dari 31.000 spesies tumbuh di Indonesia," tegasnya. Fakta historis juga menunjukkan bahwa keahlian pengobatan herbal di Nusantara telah ada sejak 31.000 tahun lalu, dibuktikan dengan penemuan arkeologis berupa jejak operasi amputasi yang sukses di sebuah gua di Kalimantan Timur. Kekayaan luar biasa ini pula yang membuat jamu diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda pada 6 Desember 2023.
Namun, dari sisi nilai ekonomi, potensi besar ini dinilai belum tergarap secara maksimal. BPOM mencatat bahwa potensi pasar obat tradisional dan herbal mencapai Rp350 triliun per tahun, namun saat ini baru sekitar Rp1 hingga Rp2 triliun yang berhasil dikelola.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Prof. Taruna Ikrar menetapkan tiga fokus utama dalam pengembangan jamu ke depan:
Sosialisasi dan Pelestarian Budaya: Mempertahankan kebiasaan minum jamu sebagai budaya masyarakat yang tidak ternilai harganya.
Penguatan Riset dan Pengembangan (R&D): Mendorong kolaborasi penelitian dengan perguruan tinggi dan lembaga riset untuk menaikkan nilai tambah jamu agar naik kelas menjadi Obat Herbal Terstandar (OHT) bahkan Fitofarmaka.
Hilirisasi dan Komersialisasi: Mengoptimalkan pemasaran dan pemanfaatan jamu, baik di dalam negeri maupun di pasar global, melalui pendekatan kolaborasi ABG (Academia, Business, and Government).
Acara Kick Off ini ditandai secara simbolis dengan penempelan tangan pada layar sentuh oleh Kepala BPOM beserta jajaran, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi minum jamu bersama sebagai simbol komitmen pelestarian budaya.
Rangkaian Pekan Jamu 2026 ini akan berlangsung selama sepekan hingga 7 Juni 2026 dengan beragam kegiatan menarik, mulai dari forum inovasi, kompetisi cerdas cermat, hingga talk show seputar kosmetik dari bahan alam. Puncak acara akan diselenggarakan pada 6-7 Juni 2026 di Gelora Bung Karno (GBK) dalam bentuk Jamu Festival X GP Jamu. Festival ini akan dimeriahkan dengan berbagai kegiatan seperti lari estafet (Fresh Run), senam sehat, parade nusantara, parade jamu gendong, mini expo, sesi konsultasi, pertunjukan budaya, stand-up comedy, hingga panggung musik.
"Mudah-mudahan jamu dari tahun ke tahun bisa semakin menjadi raja di negeri sendiri, menjadi tamu terhormat di mancanegara, dan menjadi jamu yang mendunia," tutup Prof. Taruna Ikrar.