Generasi Z Melek Regulasi: Keseruan Edukasi BPOM Ajak Mahasiswa Budayakan CEK KLIK

BPOM Gelar "Patriotisme": Edukasi Mahasiswa Jadi Konsumen Cerdas dan Paham Regulasi Obat Bahan Alam hingga Kosmetik

JAKARTA - Melanjutkan rangkaian Kick Off Pekan Jamu 2026, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyelenggarakan kegiatan edukatif bertajuk "Patriotisme" yang merupakan kependekan dari Peningkatan Literasi Regulasi Obat Bahan Alam, Obat Kuasi, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik. Kegiatan ini ditujukan untuk memberikan pemahaman mendalam terkait aturan dan standar produk-produk tersebut kepada generasi muda.

Acara ini dihadiri dengan penuh antusias oleh perwakilan mahasiswa dari 12 universitas di wilayah Jakarta. Mengusung format diskusi interaktif, sesi materi dipandu oleh Ibu Lili Amelia selaku Ketua Tim Kerja Konsultasi Kosmetik sebagai moderator, dengan pemateri utama Ibu Dian Putri Angrawani, Direktur Standarisasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik BPOM.

Dalam paparannya, Ibu Dian Putri menyoroti tren global masyarakat yang kini mulai kembali ke bahan-bahan alami (back to nature). Beliau menjelaskan bahwa dengan kekayaan sumber daya alam Indonesia, inovasi produk herbal sangat terbuka lebar, baik untuk dikembangkan menjadi jamu, Obat Herbal Terstandar (OHT), fitofarmaka, maupun obat kuasi dan kosmetik.

Mengajak Mahasiswa Menjadi Konsumen Cerdas

Selain memberikan edukasi terkait pembagian kategori obat bahan alam dan proses sertifikasinya, BPOM juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam pengawasan produk yang beredar. Pengawasan ini tergabung dalam tiga pilar pengawasan BPOM, yakni pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat.

Ibu Dian Putri secara khusus mengajak para mahasiswa dan generasi Z untuk menjadi konsumen cerdas, terutama di tengah maraknya iklan produk, seperti kosmetik, di media sosial yang kerap melebih-lebihkan khasiat (overclaim). Untuk itu, masyarakat diimbau untuk selalu menerapkan CEK KLIK sebelum membeli produk.

"K-nya adalah cek Kemasan, jangan sampai bocor atau rusak. L-nya perhatikan Label dan jangan hanya percaya iklan. I-nya adalah Izin Edar untuk memastikan produk terdaftar, dan K terakhir adalah Kedaluwarsa," jelas Ibu Dian Putri. BPOM juga telah menyediakan aplikasi BPOM Mobile dengan fitur scan barcode agar masyarakat terhindar dari nomor izin edar palsu.

Inovasi Layanan Berbasis Digital

Dalam kegiatan ini, BPOM turut memperkenalkan inovasi layanan konsultasi terbarunya yang disesuaikan dengan perkembangan era digital. Salah satunya adalah PRIMA, layanan konsultasi berbasis Artificial Intelligence (AI). Melalui PRIMA, pelaku usaha maupun masyarakat umum dapat menanyakan status bahan atau regulasi terkait obat bahan alam, suplemen kesehatan, hingga kosmetik, dan AI akan memberikan jawaban secara cepat.

Acara "Patriotisme" ditutup dengan kemeriahan kuis Menti berhadiah saldo dompet digital (e-wallet) serta sesi tanya jawab yang mengupas tuntas isu-isu terkini, seperti regulasi pengembangan nanopartikel pada bahan alam hingga keamanan jamu buatan rumah tangga atau jamu gendong. Melalui kegiatan ini, BPOM berharap generasi muda, khususnya mahasiswa di bidang kesehatan dan farmasi, dapat terinspirasi untuk melakukan riset, mengembangkan industri bahan alam, dan turut serta menjaga keamanan produk di masyarakat.