JAKARTA — BPOM Hadirkan Layanan Terpadu bagi Pelaku Usaha OBA, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik sebagai rangkaian dari peringatan hari jamu nasional
Sebagai wujud komitmen dalam memberikan pelayanan publik yang proaktif dan berkualitas, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyelenggarakan kegiatan layanan terpadu bagi pelaku usaha di sektor obat bahan alam, suplemen kesehatan, dan kosmetik. Kegiatan ini menghadirkan 48 meja layanan konsultasi yang siap melayani secara langsung kebutuhan informasi dan pendampingan para pelaku usaha dalam proses perizinan.
Layanan yang diberikan mencakup berbagai aspek penting seperti konsultasi regulasi, proses registrasi produk, pendaftaran iklan, perizinan ekspor-impor (SKI/SKE), hingga sertifikasi. Kehadiran layanan dalam satu pintu ini bertujuan untuk mempermudah akses informasi dan mempercepat proses perizinan bagi pelaku usaha.
Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi yang datang dari berbagai sektor industri. Banyak di antara mereka mengaku memperoleh wawasan baru, khususnya dalam memahami alur registrasi, penyusunan klaim khasiat, serta pentingnya standarisasi bahan sebagai syarat utama kelayakan produk.
Konsultasi Langsung Bantu Pecahkan Kendala Teknis
Siti Istiqomah, regulator dari PT Garuda Sehat Jaya, mengungkapkan bahwa kehadiran layanan konsultasi dalam kegiatan BPOM DEKAT memberikan manfaat besar bagi perusahaannya, khususnya dalam memahami detail regulasi yang kerap kali memerlukan penjelasan langsung.
“Walaupun kami bisa baca aturan, tetap saja perlu pendampingan langsung dari tim BPOM, apalagi untuk urusan seperti data pendukung klaim produk. Kalau hanya lewat teks atau chat online, kadang interpretasinya beda,” ujarnya.
Siti juga menyampaikan harapannya agar kegiatan BPOM DEKAT dapat diselenggarakan lebih sering, mengingat akses konsultasi tatap muka saat ini masih terbatas dan seringkali harus melalui sistem antrean tiket.
Ia menuturkan bahwa perusahaannya saat ini masih mengandalkan produksi maklon di Solo, Jawa Tengah, namun tengah mempersiapkan pembangunan fasilitas produksi sendiri.
“Kami baru mulai dari nol, jadi banyak sekali yang harus dipelajari dari sisi regulasi,” tambahnya
Perusahaan Impor Butuh Kejelasan Standar
Ela Nurlaela, Penanggung Jawab Teknis di 4 Life Indonesia Trading—perusahaan yang bergerak di bidang impor dan distribusi suplemen—mengungkapkan bahwa konsultasi tatap muka seperti yang dihadirkan dalam kegiatan BPOM DEKAT sangat mempermudah komunikasi antara pelaku usaha dan regulator.
“Kalau lewat chat, ada hal-hal yang sulit dideskripsikan. Dengan tatap muka, kami bisa langsung tanya dan dapat jawaban jelas,” jelas Ela.
Produsen Herbal Fokus Percepat Proses Evaluasi
Ditambahkan Mutiara Rosa, Manager R&D PT Liza Herbal International, pihaknya merasakan manfaat besar dari kegiatan ini.
“Kami sedang proses sertifikasi CPOTB tahap 2. Dengan adanya pendampingan seperti ini, kami jadi lebih siap,” kata Mutiara yang perusahaannya memproduksi lebih dari 100 produk herbal dengan basis produksi di Bogor.
UMKM Kosmetik Kembangkan Produk Anak dengan Bahan Alami
Anita RD, pelaku usaha dari salah satu UMKM kosmetik, saat ini tengah mengembangkan lini produk perawatan kulit khusus untuk anak-anak di bawah usia 10 tahun. Ia menjelaskan bahwa saat ini perusahaannya sedang dalam tahap pengajuan notifikasi produk ke BPOM, sambil secara paralel melakukan pengembangan bahan baku.
Selain menanti proses notifikasi, Anita juga sedang menunggu keluarnya pendaftaran merek dagang yang diperkirakan membutuhkan waktu hingga satu tahun. Ia mengakui bahwa hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi UMKM yang masih berada di tahap awal pengembangan.
“Untuk produk kan juga konsepnya harus sesuai anak-anak, jadi semua harus matang dulu,” jelas Anita.
Ia menilai kegiatan yang diselenggarakan BPOM sangat membantu, khususnya bagi pelaku UMKM pemula yang masih belum sepenuhnya memahami proses perizinan dan tahapan pengembangan usaha.
“Saya sih berharap acara seperti ini rutin ada, khusus untuk UMKM. Karena suara dari perintis itu kan belum banyak terdengar, beda dengan perusahaan besar,” katanya.
Lebih lanjut, Anita menekankan pentingnya adanya edukasi yang berkelanjutan, terutama mengenai standar fasilitas produksi, proses pengemasan, hingga uji bahan, demi menjamin kualitas dan keamanan produk UMKM.
“Kalau ada kegiatan rutin per semester khusus untuk UMKM, itu bagus sekali. Jadi pemula nggak bingung harus mulai dari mana,” ujarnya.
Sejalan dengan itu, banyak peserta kegiatan menyampaikan harapan agar program seperti DEKORASI dapat diselenggarakan lebih rutin. Meski layanan konsultasi daring melalui chat sudah tersedia, mereka menilai konsultasi tatap muka tetap lebih efektif, terutama untuk menjelaskan hal-hal teknis dan strategis. Percepatan proses evaluasi produk juga menjadi sorotan penting, guna mendorong inovasi yang lebih cepat tanpa mengesampingkan aspek keamanan produk.