Kemandirian Nasional Bahan Baku Obat Bahan Alam

SEMINAR – Kemandirian Nasional Bahan Baku Obat Bahan Alam melalui Inovasi Teknologi dan Pendekatan Standardisasinya

Bekasi – Pandemi COVID-19 menyadarkan kita akan pentingnya resiliensi/kemandirian obat dan bahan baku obat.  Hal ini selaras dengan Instruksi Presiden Republik Indonesia No. 6 Tahun 2016 tentang Percepatan Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan, dimana salah satu tujuan dari Inpres tersebut adalah mempercepat kemandirian dan pengembangan produksi bahan baku obat dalam negeri. 

Perkembangan pasar dan permintaan konsumen menuntut adanya inovasi produk obat bahan alam yang dinamis untuk bisa menghadirkan produk yang aman, berkhasiat dan bermutu serta dapat diterima secara baik oleh konsumen. Inovasi teknologi tidak dapat dihindari dan diharapkan dapat mengarah pada kemandirian dan peningkatan daya saing sekaligus menjadi solusi pada permasalahan temuan hasil pengawasan dengan trend tertinggi terhadap aspek farmasetik dan cemaran mikroba. 

Badan POM telah menginisiasi Konvensi Nasional yang bertajuk Kemandirian Nasional dalam Penyediaan Bahan Baku Obat Bahan Alam sebagai Upaya Peningkatan Mutu dan Daya Saing Produk Obat Tradisional pada bulan Agustus 2022. Sebagai salah satu tindak lanjut dari kegiatan tersebut diperlukan pembinaan berkesinambungan kepada pelaku usaha dalam rangka pengembangan obat bahan alam Indonesia. Dukungan Badan POM dalam pembinaan kepada pelaku usaha salah satunya dilakukan dengan pelaksanaan Seminar “Kemandirian Nasional Bahan Baku Obat Bahan Alam melalui Inovasi Teknologi dan Pendekatan Standardisasinya”. 

Pelaksanaan Seminar dilakukan pada tanggal 3 November 2022 yang dihadiri oleh 1129 (seribu seratus dua puluh sembilan) peserta baik secara luring maupun daring (melalui aplikasi zoom video conference maupun live streaming YouTube) yang berasal dari Kementerian/Lembaga terkait, asosiasi profesi, asosiasi pelaku usaha, pelaku usaha di bidang obat tradisional dan suplemen kesehatan, perguruan tinggi, dan masyarakat luas. 

Dalam sambutannya, Deputi Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik, Dra. Reri Indriani, Apt., M.Si memberikan arahan sekaligus membuka rangkaian Seminar dengan menekankan harapannya agar penguatan inovasi teknologi dapat meningkatkan kapasitas pelaku usaha di bidang obat tradisional dalam menghasilkan bahan baku obat bahan alam yang bermutu, konsisten dan berkelanjutan. “Badan POM berkomitmen untuk mendukung pengembangan obat bahan alam dalam rangka mendorong dan mempercepat pertumbuhan, daya saing serta kemandirian obat bahan alam sekaligus turut menggerakkan rasa bangga dengan produk buatan Indonesia”, ungkapnya.  

Pengembangan dan penerapan teknologi dibahas secara komprehensif dalam panel seminar oleh narasumber ahli kompeten di bidangnya. Panel sesi I seminar diisi dengan materi yaitu Regulasi terkait Standardisasi dan Persyaratan Mutu Obat Tradisional oleh drh. Rachmi Setyorini, MKM (Direktur Standardisasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik, Badan POM); Aplikasi dan Standardisasi Teknologi Radiasi Obat Bahan Alam oleh Dr. Hendig Winarno, M.Sc (BRIN); Aplikasi Teknologi Ekstraksi dan Pendekatan Standardisasinya untuk Menghasilkan Obat Bahan Alam yang Aman, Berkhasiat dan Bermutu oleh Dr. rer. nat Agus Chahyadi (Pusat Penelitian Biosains dan Bioteknologi ITB), dengan moderator Efizal, SSi., Apt., MSi. Selanjutnya panel sesi II seminar diisi dengan materi Aplikasi  Bioteknologi/ Kultur Jaringan dalam Penyediaan Bahan Baku Obat Bahan Alam yang Aman, Berkhasiat dan Bermutu oleh Prof. Dr. Apt. Elfahmi (Guru Besar Sekolah Farmasi ITB); Pemanfaatan Teknologi Nano dalam Pengembangan Obat Bahan Alam oleh Prof. Dr. apt. Heni Rachmawati, M.Si (Guru Besar Sekolah Farmasi ITB); dan Aplikasi Pemanfaatan Bahan Tambahan yang Aman dan Bermanfaat dalam Formulasi Obat Bahan Alam oleh Prof. Dr. rer. nat. apt. Rahmana Emran Kartasasmita (Guru Besar Sekolah Farmasi ITB), dengan moderator Wijiasih, SF, Apt.,M.Si.

Antusiasme peserta terhadap pelaksanaan seminar dituangkan dalam diskusi yang interaktif membahas permasalahan dan tantangan serta solusi yang diharapkan. Peserta juga mengapresiasi kegiatan seminar yang sangat bermanfaat bagi membuka wawasan untuk pengembangan dan penelitian obat bahan alam melalui inovasi.  

Terjaminnya keamanan, khasiat dan mutu obat bahan alam menjadi tujuan akhir dalam inovasi teknologi. Hal ini tidak hanya melindungi kepentingan masyarakat secara luas tetapi juga meningkatkan kepercayaan bagi para pengguna terutama dari kalangan kesehatan.

Perlu aplikasi standardisasi dalam penerapan inovasi teknologi. Diharapkan adanya fasilitasi dari Badan POM berkaitan dengan seberapa jauh agility/fleksibilitas dari segi kebijakan dan regulasi berkaitan dengan inovasi teknologi tersebut. Dengan adanya standar dan persyaratan akan ada perlindungan terhadap konsumen dan pada sisi lain terdapat akses perdagangan yang adil bagi pelaku usaha.

- Direktorat Standardisasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik, Badan POM RI.